satuwanita.com - Kulit sebagai bagian terluar dari tubuh sangat rentan oleh iritasi dan berbagai permasalahan sejenis. Jika ada kelainan kulit, efek dan akibatnya sangat jelas nampak pada kulit. Maka tak heran jika Anda resah bila mengalami permasalahan pada kulit,selain mengganggu penampilan juga berpengaruhi pada kepercayaan diri.
Salah satu gangguan atau kelainan pada kulit ialah kulit yang kering dan kasar. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan hal ini terjadi dan terkadang tidak disadari oleh kita bahwa penyebabnya adalah kebiasaan kita sendiri.
Agar Anda tidak salah kaprah lagi, baiknya simak beberapa cara perawatan dan pencegahan kulit kering dan kasar versi Dr. Lily Soepardiman, SpKK, ahli penyakit kulit dan Kelamin FKUI/RSCM, berikut ini.
Cara Mandi.
Ternyata cara mandi dengan air hangat punya efek terhadap kesegaran kulit. Khususnya jika suhu air hangat melebihi 34° Celcius, sebabnya suhu yang terlalu panas akan menghilangkan lapisan minyak sehingga penguapan air dari kulit akan terasa lebih kering dan gatal.
Pemakaian Pembersih Kulit.
Tujuan dari pembersih kulit adalah menghilangkan kotoran dan bau yang melekat pada tubuh dan wajah. Salah satunya pembersih itu adalah sabun yang memiliki bahan alkali dengan pH atau keasaman antara 9-10. Artinya sabun sangat efektif membuat kulit iritasi dan merusak mantel asam yang sangat efektif menjaga kulit dari kecenderungan pecah-pecah dan peka.
Karena itu sangat dianjurkan untuk menggunakan sabun yang memiliki kadar pH antara 4.5-6, yakni kadar pH yang sama dengan kulit dan sebaiknya sabun itu terbuat dari deterjen sintetik (syndet). Pembilasan dan pembersihannya juga harus bersih benar, karena sisa-sisa sabun pada tubuh akan memberi efek yang tidak baik.
Khusus untuk perawatan wajah yang tergolong kering, sangat tidak disarankan memakai toning yang berkadar beralkohol tinggi atau astrigent.
Pemakaian Pelembab.
Banyak orang meremehkan daya kerja pelembab, padahal fakta membuktikan pelembab sangat efektif mempertahankan persediaan air pada kulit sehingga senantiasa segar dan tidak kering. Daya kerja pelembab melembutkan kulit yaitu dengan cara menarik air dari lapisan kulit yang lebih dalam atau dari udara sekelilingnya, dan juga dengan cara menahan penguapan air. Bahan pelembab yang bisa menahan air disebut humektan yang antara lain urea, kolagen, asam hialuronat, gliserin, propilen glikol, seramid, estrogen, dan asam alpha hidroksida.
Khusus asam alpha hidroksi, ia bekerja mengelupaskan lapisan tanduk bagian atas sehingga tampak lapisan tanduk yang di bawahnya dengan kandungan air lebih banyak. Pelembab yang dapat mencegah penguapan air umumnya mengandung minyak, baik nabati maupun hewani seperti minyak zaitun, bulus, mineral, lanolin dan vaselin. Maka mulai kini pilihlah pelembab yang mengandung berbagai kriteria di atas, sehingga mampu bekerja maksimal.
Salah satu gangguan atau kelainan pada kulit ialah kulit yang kering dan kasar. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan hal ini terjadi dan terkadang tidak disadari oleh kita bahwa penyebabnya adalah kebiasaan kita sendiri.
Agar Anda tidak salah kaprah lagi, baiknya simak beberapa cara perawatan dan pencegahan kulit kering dan kasar versi Dr. Lily Soepardiman, SpKK, ahli penyakit kulit dan Kelamin FKUI/RSCM, berikut ini.
Cara Mandi.
Ternyata cara mandi dengan air hangat punya efek terhadap kesegaran kulit. Khususnya jika suhu air hangat melebihi 34° Celcius, sebabnya suhu yang terlalu panas akan menghilangkan lapisan minyak sehingga penguapan air dari kulit akan terasa lebih kering dan gatal.
Pemakaian Pembersih Kulit.
Tujuan dari pembersih kulit adalah menghilangkan kotoran dan bau yang melekat pada tubuh dan wajah. Salah satunya pembersih itu adalah sabun yang memiliki bahan alkali dengan pH atau keasaman antara 9-10. Artinya sabun sangat efektif membuat kulit iritasi dan merusak mantel asam yang sangat efektif menjaga kulit dari kecenderungan pecah-pecah dan peka.
Karena itu sangat dianjurkan untuk menggunakan sabun yang memiliki kadar pH antara 4.5-6, yakni kadar pH yang sama dengan kulit dan sebaiknya sabun itu terbuat dari deterjen sintetik (syndet). Pembilasan dan pembersihannya juga harus bersih benar, karena sisa-sisa sabun pada tubuh akan memberi efek yang tidak baik.
Khusus untuk perawatan wajah yang tergolong kering, sangat tidak disarankan memakai toning yang berkadar beralkohol tinggi atau astrigent.
Pemakaian Pelembab.
Banyak orang meremehkan daya kerja pelembab, padahal fakta membuktikan pelembab sangat efektif mempertahankan persediaan air pada kulit sehingga senantiasa segar dan tidak kering. Daya kerja pelembab melembutkan kulit yaitu dengan cara menarik air dari lapisan kulit yang lebih dalam atau dari udara sekelilingnya, dan juga dengan cara menahan penguapan air. Bahan pelembab yang bisa menahan air disebut humektan yang antara lain urea, kolagen, asam hialuronat, gliserin, propilen glikol, seramid, estrogen, dan asam alpha hidroksida.
Khusus asam alpha hidroksi, ia bekerja mengelupaskan lapisan tanduk bagian atas sehingga tampak lapisan tanduk yang di bawahnya dengan kandungan air lebih banyak. Pelembab yang dapat mencegah penguapan air umumnya mengandung minyak, baik nabati maupun hewani seperti minyak zaitun, bulus, mineral, lanolin dan vaselin. Maka mulai kini pilihlah pelembab yang mengandung berbagai kriteria di atas, sehingga mampu bekerja maksimal.







0 komentar:
Posting Komentar
Bagi Para Pengunjung yang tidak memiliki account di mana pun, baik itu di google, wordpress atau yang lainnya, silahkan pilih ANONYMOUS untuk memberi komentar, harap menyertakan nama atau email! Thanks....