Buku Tamu, leave your comment here!!

Kamis, 24 Februari 2011

Hati

KH. Abdullah Gymnastiar




          Maha suci Allah, Dzat yang telah mengaruniakan kepada hamba-
hambanyaKemampuannya untuk bermakrifat kepada-Nya. Dan sungguh 
kemuliaan dan keutamaan manusia yang melebihi makhluk-makhluk ciptaan 
Allah Iainnya itu adalah ka-ena kemampuan untuk bermmakrifat kepada-
nya... Dan sesungguhnya makrifat kepada Allah hanya dapat dilakukan 
dengan hati (kalbu), bukan dengan anggota tubuh yang lain.

          Hatilah yang bergerak menggerakkan untuk mengdekat kepada 
Allah, bekerja karena-Nya, berjalan menuju-Nya, dan bahkan hanya 
dengan hati sajalah manusia mampu menyingkap apa-apa yang ada di sisi 
Allah dan yang ada padanya-Nya Nyatalah bahwa peran dan kedudukan 
hati atas anggota lainnya adalah teramat vital. Ia seumpama raja yang 
berkuasa penuh mengatur rakyatnya Kalau sang raja baik, maka ia akan 
mengatur rakyatnya ke arah yang baik dan menganjurkan mereka agar 
berbuat yang baik pula, sehingga terhindar dari tujuan- tujuan lain 
selain Allah.
          Tapi sebaliknya, bila rajanya zhalim, jahat, aniaya dan 
menganjurkan kepada yang munkar, akan terseretlah rakyatnya ke 
sesuatu selain Allah, yang akibatnya rentetan bencanalah yang akan 
menimpa rakyat yang diaturnya itu, akibatnya terhijablah mereka dari 
mengenal Allah SWT. Pantaslah kalau Rasulullah SAW 
bersabda, "Ingatlah dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging Bila 
ia baik, akan baiklah seluruh tubuh itu, tetapi hila ia rusak, maka 
akan rusak pula tubuh itu seluruhnya, Segumpal daging itu adalah hati 
(kalbu)," (H.R, Bukhari Muslim]
Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Ka'bul Ahbar melalui Aisyah 
r.a bahwa Nabi SAW bersabda, "Manusia itu kedua matanya adalah 
pemberi petunjuk, kedua telinganya adalah corong, lidahnya adalah 
juru bahasa, kedua tangannya adalah sayap, kedua kakinya adalah pos, 
sedangkan rajanya adalah hati. Maka apabila raja itu baik, maka baik 
pula tentara-tentaranya" [AI Hadits].
          Maka, sungguh meneliti dan mengoreksi hati adalah hal yang 
perlu terus menerus kita lakukan agar hati kita ini senantiasa 
terkontrol kondisinya. Ditinjau dari segi hidup- matinya hati, Dr. 
Ahmad Faridh dalam kitabnya, Tazkiyat An Nufus. Kitab yang berisi 
pemikiran Imam Ibnu Rajab AI Hambali, AI Hafizh Ibnu Qayyim AI 
Jauziyah, dan Imam AI Ghazali - membagi hati manusia ke dalam tiga 
karakter. 


1) Hati yang sakit (al Qalbu al Maridh)
          Perumpamaan bagi orang yang hatinya sakit adalah ia tak 
ubahnya seperti gelas kotor dan kusam yang tak pernah dibersihkan, 
lalu diisi air keruh. Perhatikanlah, bahwa jangankan memasukan 
sebutir debu yang kasat mata ke dalamnya, benda-benda seperti paku 
payung, jarum, silet atau pula patahan pisau cutter sekalipun tidak 
akan tarnpak terlihat. Yang terlihat tak pemah berubah, yaitu hanya 
kotor dan kusamnya gelas. Perumpamaan lain bagi orang yang hatinya sa 
kit, ialah ibarat cermin, ia sakit, ialah ibarat cermin, ia adalah 
cermin yang tidak terawat, sehingga penuh noktah-noktah (titik-titik) 
hitam.
          Mulanya mungkin hanya satu noktah, namun dari hari ke hari 
noktah tersebut terus bertarrbah. Akibatnya setiap benda, sebagus 
apapun yang disirnpan di mukanya, akan tarnpak lain pantulan 
bayangannya. Setidak-tidaknya bayangan benda itu tampak buram dan 
lebih buruk dari aslinya. Apalagi yang bercermin di depannya, 
siapapun dia, niscaya akan merasa kecewa.
Sebab, sebagus dan serapih apapun dandanannya, bayangan yang 
terpantul dari cennin akan tampak buruk dan kusam Begitulah hati yang 
sakit. la akan tampak penuh noktah hitam dan noktah itu akan terus 
bertambah" Dari waktu ke waktu, Hari ini melekat noktah riya, esoknya 
melekat noktah ujub, Lusanya mungkin noktah iri dengki, lain kali 
noktah berniat buruk, su'uzhon, berkata-kata Sia-sia, lalai menjaga 
pandangan, dan seterusnya, Akhirnya hati pun penuh tumpukan noktah-
noktah hitam. Jadilah ia qolbun maridh! Naudzhibillah.
          Orang yang menderita qolbun maridh (hati yang sakit) akan 
sulit menilai secara jujur apapun yang tampak di depannya, Melihat 
orang sukses, timbul iri dengki, Mendapat kawan beroleh karunia 
rizki, timbul resah, gelisah, dan ujung-ujungnya menjadi benci, 
Dihadapkan pada siapapun yang memiliki kelebihan, hatinya akan serta 
merta menyelidki Bibit-Bibit dan kekurangannya, Bila sudah ditemukan 
hatinya pun akan senang bukan kepalang, Ibarat menemukan barang 
berharga, ia pun lalu mengumbar dan mengabarkan Bibit dan kekurangan 
orang itu kepada siapa saja, agar kelebihannya menjadi tenggelam, 
naudzhubillah Sungguh rnalang dan kasihan orang yang kelakuannya 
seperti ini, hal ini terjadi karena hatinya yang dibiarkan sakit.
          Dari Hudzaifah bin ,AJ Yaman r,a. Rasulullah SAW pemah 
bersabda, " Bencana (fitnah) menyerang hati seperti teranianya tikar 
seutas-seutas, Maka hati yang menerima bintik- bintik fitnah 
tersebut, akan tertitiklah pada noktah-noktah hitam, sedangkan hati 
yang tidak menerimanya, akan tergoreslah padanya titik-titik putih, 
Akibatnya, hati ter-bagi menjadi dua bagian, Pertama, hati yang hitam 
legam, cekung bagaikan sebuah gayung terbalik (tertelungkup) , Tidak 
kenal yang rnakruf dan tidak ingkar kepada yang munkar, kecuali apa-
apa yang diserap oleh hawa nafsunya, Kedua, hati yang cerah dan putih 
bersih, yang tidak ternodai fitnah selama bumi dan langit 
terbentang"[H.R Muslim].
          Adapun ciri lainnya dari hati yang sakit adalah cenderung 
gemar terhadap makanan ruhani yang memudharatkannya, tetapi sangat 
enggan terhadap santapan ruhani yang bermanfaat Ia biarkan penyakit 
yang berbahaya karena enggan minum obat yang berguna.Sedang hati yang 
sehat dan selamat akan menerima obat ruhani yang menyehatkan dan 
meninggalkan makanan ruhani yang menyesatkan dan membahayakan.
          Padahal sungguh tiada santapan ruhani yang paling 
bermanfaat, selain iman, sedangkan sedangkan obatnya yang paling 
efektif ialah mernbaca AI-Quran. Walhasil, hati yang sakit adalah 
hati yang hidup, namun mengandung penyakit. Di dalam qolbun maridh 
disatu pihak terdapat mahabbah (kecintaan) kepada Allah: iman, 
ikhlas, dan tawakkal kepada-Nya. Di pihak lain, terdapat rasa cinta 
terhadap hawa nafsu, rasa tamak untuk meraih kesenangan, mementingkan 
kehidupan dunia, dan hal-hal lainnya.
          Padahal hati serupa bejana, selama bejana itu berisi air, 
rnaka udara tidak akan bisa masuk Begitu pula hati yang disibukan 
dengan hawa nafsu, sifat tamak, dan mementingkan dunia sehingga lalai 
terhadap Allah, maka tidak akan dapat masuk ke dalam hati tersebut 
perasaan makrifat dan penampakan keagungan Allah SWT Sebagaimana yang 
disabdakan Rasulullah SAW, "Andaikan syetan-syetan itu tidak 
mengerubungi hati anak Adam, niscaya mereka dapat memandang ke alam 
malaikat yang ada di langit" [H. R. Ahmad] 


2. Hati yang mati (at Qatbu at Mayyit)
          Hati yang mati adalah hati yang sepenuhnya dikuasai hawa 
nafsu sehingga ia terhijab dari mengenal Tuhannya. Hari-harinya 
adalah hari-hari penuh kesombongan terhadap allah, sama sekali ia 
tidak mau beribadah kepada-Nya, dia juga tidak mau menjalankan 
perintah dan apa-apa yang diridhai-Nya. Hati model ini berada dan 
berjalan bersama hawa nafsu dan keinginan-nya walaupun sebenarya hal 
itu dibenci dan dimurkai Allah. Ia sudah tak peduli, apakah Allah 
ridha kepadanya atau tidak? Sungguh, ia telah berhamba kepada selain 
Allah Bila mencintai sesuatu, ia mencintainya karena hawa nafsunya. 
Begitu pula apabila ia menolak, mencegah, membenci sesuatu juga 
karena hawa nafsunya.
          Hawa nafsu telah menguasai dan bahkan menjadi pemimpin dan 
pengendali bagi dirinya. Kebodohan dan kelalaian adalah sopirnya. 
Kemana saja ia bergerak, maka gerakannya benar-benar telah 
diselubungi oleh pola pikir meraih kesenangan duniawi semata. Pendek 
kata, hatinya telah tertutup oleh lapisan kegelapan cinta dunia dan 
mempertaruhkan hawa nafsu. (Sumber : www.klikdt.com)  

0 komentar:

Posting Komentar

Bagi Para Pengunjung yang tidak memiliki account di mana pun, baik itu di google, wordpress atau yang lainnya, silahkan pilih ANONYMOUS untuk memberi komentar, harap menyertakan nama atau email! Thanks....

COMMENTS

free counters

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More