Buku Tamu, leave your comment here!!

This is default featured post 1 title

Welcome To My Site! "Hiduplah sesuka mu, sesungguhnya engkau pasti mati! Cintailah apapun yang engkau mau, sesungguhnya engkau pasti berpisah dengannya! dan kerjakanlah apapun yang engkau mau, sesungguhnya engkau pasti diberi balasan atas apa yang engkau kerjakan!

This is default featured post 2 title

Ilmu Itu bagai mata air, semakin jauh dari sumbernya akan semakin keruh.

This is default featured post 3 title

Sesungguhnya segala sesuatu itu mempunyai tanda-tanda, jika sudah sampai pada puncaknya maka akan tiba saat kehancurannya!

This is default featured post 4 title

Dunia ini seindah apa yang kita pikirkan dan seburuk apa yang kita pikirkan pula, namun akhirat tidaklah sama seperti apa yang kita pikirkan! Kedahsyatan neraka jauh lebih dahsyat dari pikiran kita! dan keindahan surga jauh lebih indah dari pikiran kita

This is default featured post 5 title

Jangan meremehkan hal-hal kecil, sesungguhnya gunung itu berasal dari kerikil!

Sabtu, 30 April 2011

Alessandro Giuseppe Antonio Anastasio Volta dan Batu Baterai


Alessandro Giuseppe Antonio Anastasio Volta (18 Februari 1745 - 5 Maret 1827) adalah seorang fisikawan Italia. Ia terutama dikenal karena mengembangkan baterai pada tahun 1800. Ia melanjutkan pekerjaan Luigi Galvani dan membuktikan bahwa teori Galvani yaitu efek kejutan kaki kodok adalah salah. Secara fakta, efek ini muncul akibat 2 logam tak sejenis dari pisau bedah Galvani. Berdasarkan pendapat ini, Volta berhasil menciptakan Baterai Volta (Voltac Pile). Atas jasanya, satuan beda potensial listrik dinamakan volt. 

Volta lahir di Como, Italia, dan mengajar di sekolah-sekolah umum di sana. Pada 1774 ia menjadi profesor fisika di Sekolah Royal di Como. Setahun kemudian, ia memperbaiki dan mempopulerkan electrophorus, sebuah alat yang menghasilkan muatan listrik statis. promosinya itu begitu luas sehingga ia sering dikreditkan dengan penemuannya, meskipun mesin yang beroperasi dalam prinsip yang sama pada tahun 1762 digambarkan oleh profesor Swedia Johan Wilcke. 

Pada 1776-1777 Volta mempelajari kimia gas. Ia menemukan metana dengan mengumpulkan gas dari rawa-rawa. Dia merancang percobaan seperti pembakaran metana oleh percikan listrik dalam wadah tertutup. Volta juga mempelajari apa yang sekarang kita sebut kapasitansi listrik, pengembangan sarana terpisah untuk belajar baik potensial listrik (V) dan muatan (Q), dan menemukan bahwa untuk suatu objek mereka proporsional. Hal ini mungkin disebut Volta Hukum tentang kapasitansi, dan kemungkinan untuk pekerjaan ini unit potensi listrik itu disebut Volt. 

Pada tahun 1779 ia menjadi profesor fisika eksperimental di Universitas Pavia, ia menduduki kursi selama hampir 25 tahun. Pada 1794, Volta menikahi Teresa Peregrini, yang mengangkat tiga anak, Giovanni, Flaminio dan Zanino. Dalam menghormati karyanya, Volta dibuat menghitung oleh Napoleon pada tahun 1810. Lebih jauh lagi, ia digambarkan pada 10.000 Lire Italia (tidak lagi dalam sirkulasi) bersama dengan sketsa terkenal volta Pile. 

KLIK DI SINI UNTUK MENDOWNLOAD TENTANG VOLTA DAN BATU BATERAI
Volta mulai belajar sekitar 1791, "listrik" hewan dicatat oleh Luigi Galvani ketika dua logam berbeda yang dihubungkan secara seri dengan kaki katak dan satu sama lain. Volta menyadari bahwa kaki katak menjabat baik sebagai konduktor listrik (elektrolit) dan sebagai detektor listrik. Dia diganti kaki katak oleh kertas direndam air garam-, dan mendeteksi aliran listrik dengan cara lain yang dia kenal dari studi sebelumnya. Dengan cara ini dia menemukan seri elektrokimia, dan hukum bahwa gaya gerak listrik (ggl) dari sebuah sel galvanik, yang terdiri dari sepasang elektroda logam yang dipisahkan oleh elektrolit, perbedaan antara dua elektroda potensi mereka. Ini dapat disebut Hukum Volta tentang seri elektrokimia. 

Pada tahun 1800, sebagai hasil dari perselisihan profesional atas tanggapan galvanik dianjurkan oleh Galvani, dia menciptakan tumpukan volta, baterai listrik awal, yang menghasilkan arus listrik stabil. Volta telah menentukan bahwa pasangan yang paling efektif logam berbeda untuk menghasilkan listrik seng dan perak. Awalnya dia bereksperimen dengan sel individu dalam seri, setiap sel menjadi piala anggur diisi dengan air garam dimana dua elektroda berbeda adalah mencelupkan. Tumpukan volta menggantikan gelas dengan karton direndam dalam air garam. 
Dalam mengumumkan penemuan tumpukan, Volta penghormatan kepada pengaruh William Nicholson, Tiberius Cavallo dan Abraham Bennet. Sebuah penemuan tambahan dirintis oleh Volta, adalah pistol yang dioperasikan jarak jauh. Dia menggunakan botol Leyden untuk mengirim arus listrik dari Como ke Milan (50 km atau 30 mil). Arus dikirim sepanjang kabel yang terisolasi dari tanah dengan papan-papan kayu. Temuan ini merupakan pelopor penting dari ide telegraf, yang juga memanfaatkan arus untuk berkomunikasi

Baterai yang dibuat oleh Volta dikreditkan sebagai sel elektrokimia pertama. Ini terdiri dari dua elektroda: yang terbuat dari seng, yang lain dari tembaga. elektrolit adalah asam sulfat atau campuran air garam garam dan air. elektrolit yang ada dalam bentuk 2H + dan SO42-. Seng, yang lebih tinggi dari tembaga dan hidrogen dalam seri elektrokimia, bereaksi dengan sulfat bermuatan negatif. (SO42-) Ion-ion hidrogen bermuatan positif (proton) menangkap elektron dari tembaga, membentuk gelembung gas hidrogen, H2. Hal ini membuat seng batang elektroda negatif dan tembaga batang elektroda positif.

Namun, sel ini memiliki beberapa kelemahan juga. Ini tidak aman untuk menangani, sebagai asam sulfat, bahkan jika encer, sangat berbahaya. Selain itu, kekuatan sel berkurang seiring waktu karena gas hidrogen tidak dirilis, mengumpulkan hanya pada permukaan elektroda seng dan membentuk penghalang antara logam dan larutan elektrolit. Sel primitif secara luas digunakan di sekolah-sekolah untuk menunjukkan hukum-hukum listrik dan dikenal sebagai baterai lemon.

Volta pensiun di tahun 1819 dalam real di Camnago, sebuah frazione Como sekarang disebut Volta Camnago setelah, di mana dia meninggal pada 5 Maret 1827. Ia dimakamkan di Camnago Volta.. Warisan Volta dirayakan oleh Temple di tepi Danau Como di pusat kota. Sebuah museum di Como, Gedung Voltian, telah dibangun untuk menghormatinya dan pameran beberapa peralatan asli ia digunakan untuk melakukan percobaan. Dekat Danau Como berdiri Olmo Villa, yang rumah Voltian Foundation, sebuah organisasi yang mempromosikan kegiatan ilmiah. Volta dilakukan studi eksperimental dan membuat penemuan pertama di Como.

Kamis, 28 April 2011

Menemukan Indonesia Menemukan Bangsa

INDONESIA adalah bangsa yang muncul dan terbentuk melalui dialog. Sebagai bangsa, Indonesia benar-benar merupakan entitas baru, bukan sekadar pelanjut kisah kerajaan-kerajaan yang ada di masa lalu. "Kita selalu membayangkan diri pernah bersatu pada zaman Majapahit, Sriwijaya. Siapa bilang?" kata ahli sejarah Anhar Gonggong, suatu kali.

Menurut Anhar, kata Indonesia sendiri adalah sesuatu yang baru, yang terformulasikan melalui dialog yang sangat panjang. Sebelum 1900, bangsa yang bernama Indonesia nyaris tak ada. Padahal, penduduk kawasan yang kelak bernama Indonesia ini, dalam keadaan terpecah belah, telah lama berjuang melawan imperialis Belanda dengan segenap kekuatan.

Telah ada berbagai perang selama ratusan tahun. Tapi, tak ada yang bisa mengakhiri penjajahan. "Kemenangan" baru datang setelah pada 1945, bangsa ini merampungkan dialog dan merumuskan diri dalam bentuk baru. Kemenangan muncul ketika para pemimpin pergerakan mampu memberi pencerahan kepada warga kawasan ini untuk mengenali diri mereka sebagai bangsa baru, Indonesia.

Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia --tanda lahirnya negara sekaligus bangsa Indonesia-- pada 17 Agustus 1945. Tapi, sebelum sampai menjadi nama dan identitas bangsa Indonesia, kata "Indonesia" telah menempuh perjalanan panjang. Penelitian, misalnya, menunjukkan, istilah "Indonesia" telah ditemukan dan muncul pada 1850.

Kata "Indonesia" muncul pertama kali dalam tulisan James Richardson Logan, seorang ahli hukum kelahiran Skotlandia yang tinggal di Penang, "The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing Enquiries into the Continental Relations of the Indo-Pacific Islanders". Tulisan itu muncul dalam Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asian jilid 4, tahun 1850, halaman 252-347.

Dalam artikelnya itu, James Richardson Logan menolak istilah "Indu-nesians" dan "Melayu-nesians", yang digunakan George Samuel Windsor Earl untuk menyebut penduduk Kepulauan Malayan. "... saya lebih menyukai istilah geografis yang lebih murni: Indonesia, yang merupakan sinonim pendek dari Kepulauan Hindia," tulisnya.

Sebelumnya, wilayah yang kini dikenal sebagai Indonesia ini memiliki beragam nama. Dalam kitab Jataka, manuskrip kuno India, kawasan ini disebut dengan nama Suvannabhumi (tanah emas). Sementara dalam kitab Ramayana, ia disebut sebagai Yavadvipa (tanah perak dan emas) dan juga Suvarnadvipa (tanah emas).

Tak hanya di India, negeri yang kelak bernama Indonesia ini pun sudah muncul dalam literatur kuno bangsa-bangsa Eropa. Kepulauan ini muncul pertama kali dalam buku navigasi Periplous tes Erythras yang ditulis Strabo dan Plinius. Juga muncul dalam buku Geographike Hyphegesis karya Claudius Ptolomaeus yang terbit pada 2 Masehi.

Buku terakhir ini mencatat tempat bernama Argryre Chora (Negeri Perak), Chryse Chore (Negeri Emas), Chryse Chersonesos (Semenanjung Emas). Dalam buku yang sama, tersebut pula istilah Iabadiou (iaba = yawa, dan diou = dvipa = pulau). Istilah "iaba" ini sangat mirip dengan istilah "yawa" yang ditemukan pada prasasti Cangal, Jawa Tengah.

Antara 320 dan 455 Masehi, literatur kuno Hindu menggunakan istilah Dvipantara untuk menamai kawasan yang kelak dikenal sebagai Indonesia ini. Dvipa berarti kepulauan. Jadi, Dvipantara berarti kepulauan yang berada di antara anak benua India dan Cina. Pada masa terpaan pengaruh India yang besar di Jawa, Dvipantara diterjemahkan menjadi Nusantara.

Istilah ini sebenarnya cukup populer. Kitab Sejarah Malaya, misalnya, menyebut kawasan ini dengan Nusa Tamara. Sementara Manuel Elgodinho de Eredia, kartografer terkemuka Portugis, menggunakan nama Nusantara dalam peta dunia yang diterbitkannya pada 1601. Tetapi, secara politis, istilah ini kemudian harus memberi tempat bagi istilah "Indonesia".

Sejak makin dipopulerkan oleh Profesor Adolf Bastian dari Universitas Berlin dalam Indonesien oder die Inseln des Malayichen Archipels (1884), istilah Indonesia menjadi pilihan para intelektual untuk menggantikan "Hindia Belanda". Indische Vereeniging mengklaim sebagai organisasi pertama yang menggunakan kata Indonesia dalam pengertian politik setelah berganti nama menjadi Indonesische Vereeniging pada 1908.

Perlahan-lahan, kata Indonesia mulai menjadi pilihan identitas diri bagi warga negeri jajahan Belanda di Nusantara. Pada November 1917, nama Indonesia, misalnya, telah dipakai oleh organisasi pelajar atau mahasiswa Indonesia, peranakan Tionghoa, Indo-Belanda yang belajar di Belanda, Indonesisch Verbond van Studerenden.

Setahun kemudian, Soewardi Soerjaningrat mendirikan Indonesisch Persbureau, sewaktu ia dibuang ke Den Haag. Kegiatan kantor berita ini adalah menerbitkan brosur, monograf, dan mengadakan ceramah. Pemakaian "Indonesia" sebagai pengganti istilah "Hindia Belanda" diformulasi secara tegas oleh Soewardi Soerjaningrat pada peringatan ke-10 Budi Utomo di Amsterdam, Mei 1918.

Sejak itu, pemakaian "Indonesia" sebagai penanda sebuah bangsa tak lagi bisa dibendung. Pada 1926, Mohammad Hatta selaku Ketua Perhimpunan Indonesia (organisasi yang sebelumnya bernama Indonesische Vereeniging) memimpin delegasi ke Kongres Demokrasi Internasional untuk Perdamaian di Bierville, Prancis. Tujuannya, antara lain, memperkenalkan nama "Indonesia".

Tanpa banyak penentangan, "Indonesia" secara resmi diakui oleh Kongres. Artinya, sejak saat itu, nama "Indonesia" untuk menyebutkan wilayah Hindia Belanda telah benar-benar dikenal di kalangan organisasi internasional. Tapi, proses menumbuhkan kesadaran akan "Indonesia" adalah proses yang lebih dalam dari sekadar munculnya pengakuan internasional.

Boleh jadi, tak ada yang lebih tepat dari Soekarno dalam menggambarkan proses pencarian penduduk Nusantara yang menemukan "Indonesia" sebagai nama diri yang indah:

"Ketika kami merasakan perlunya menggabungkan pulau-pulau kami menjadi satu kesatuan yang besar, kami berpegang teguh pada nama ini dan mengisinya dengan pengertian-pengertian politik hingga ia pun menjadi pembimbing dari kepribadian nasional kami.... Bila mendengar anak-anak tertawa, aku mendengar Indonesia. Manakala aku menghirup harum bunga-bunga, aku menghirup Indonesia. Inilah arti tanah air bagiku."

Tetapi kini, 59 tahun sejak bangsa Indonesia lahir, masihkan "Indonesia" bisa dimaknai seindah itu? Bukankah tak lagi bisa dimungkiri bahwa setelah merdeka, bangsa ini menjalani berbagai proses yang mencabik-cabik makna Indonesia. Untuk apa orang Aceh menjadi Indonesia kalau terus digebuk? Untuk apa menjadi Indonesia kalau terus dimiskinkan? Untuk apa?

Perlahan, kata Indonesia mengalami pemaknaan baru. Indonesia menjadi wakil sesuatu yang "kalah, lesu, dan kuyu". Tetapi, benarkah tak ada lagi peluang untuk memberi makna lain bagi Indonesia masa kini? Begitu sulitkah "Indonesia" dimaknai sebagai kata yang menggambarkan "kerja keras, tekad baja, ketekunan, dedikasi, prestasi, dan keunggulan"?

Bukankah di masa lalu, bangsa yang sekarang menyebut diri sebagai Indonesia pernah memiliki La Galigo? Bukankah karya sastra terpanjang dalam sejarah manusia itu bahkan punya kompleksitas alur cerita dan dunia mitologi yang lebih kaya dari Mahabharata sekalipun? Bukankah temuan tempe yang tampak sederhana itu menyimpan terobosan ilmu yang luar biasa?

Kami percaya, selalu ada alasan untuk berbangga pada Indonesia. Kalaupun selintas tak tampak benar wujud alasan itu, adalah tugas kita bersama untuk menemukannya. Karena itu, Gatra mendedikasikan edisi khusus kali ini sebagai upaya "menemukan Indonesia" lewat berbagai temuan dan terobosan yang dihasilkan warga bangsa ini.

Secara sederhana, edisi khusus kali ini dibagi menjadi beberapa bagian:

Bagian pertama kami beri tajuk "Mutiara Nusantara". Pada bagian ini, termuat kisah-kisah para penemu kontemporer Indonesia di berbagai bidang. Penulisan pada bagian "Mutiara" ini dilakukan dengan menelaah temuan atau produk yang punya terobosan bertaraf internasional, serta terasa manfaatnya hingga kini.

Pada bagian ini dikelompokkan temuan seperti teknologi Sosrobahu dan Cakar Ayam (keduanya bidang konstruksi). Lalu juga ada temuan-temuan berharga B.J. Habibie di bidang teknologi kedirgantaraan. Lalu ada temuan pil kina, juga vitamin B oleh Eijkman, sterilisasi teh (botol), dan juga teknologi telepon satelit PSN temuan Adiwoso Adiwarsito.

Bagian kedua adalah "Asli Indonesia". Bagian ini akan memaparkan aneka bentuk kreativitas manusia Indonesia yang berhubungan dengan tradisi dan budaya yang kemudian melegenda dan diakui dunia internasional. Bentuknya beraneka macam. Bisa berupa makanan, karya seni, obat tradisional, atau tradisi yang membudaya dalam menekuni pekerjaan.

Bentuk kreativitas melegenda yang ditulis dalam bagian ini, antara lain, tempe (makanan), jamu (obat tradisional), rokok kretek, kolintang, sasando, angklung, congklak, keroncong, wayang kulit (karya seni), batik, songket, dan ulos (budaya tenun). Dan terakhir yang tak bisa ditinggalkan adalah temuan jenius irigasi subak, sistem pengairan sawah di Bali.

Bagian berikutnya diberi nama "Spirit Indonesia". Sesuai dengan namanya, bagian ini lebih banyak mencatat temuan asli Indonesia yang mungkin lebih banyak sudah menjadi sejarah. Tapi, temuan-temuan itu hingga kini tetap menjadi sumber inspirasi dan energi hidup luar biasa bagi bangsa ini. Yang masuk di kategori ini antara lain La Galigo, perahu jung, pinisi, Borobudur, dan pencak silat.

Bagian keempat adalah "Inovasi Indonesia". Pada bagian ini ditulis temuan-temuan yang sifatnya sederhana, teknologi tepat guna yang banyak dipakai masyarakat dan terbukti manfaatnya. Yang termasuk kategori ini antara lain mesin perontok padi, audio mini, konstruksi rel, implan gigi, alat peracik obat, dan beberapa temuan lain.

Bagian terakhir adalah "Riset Indonesia". Bagian ini bercerita tentang lembaga-lembaga riset dan hasil karya para penelitinya. Lewat tulisan ini, kami ingin menyampaikan bahwa meski pemulihan ekonomi belum selesai, ada ribuan orang Indonesia yang tetap tekun melakukan riset di laboratorium, sawah dan ladang, di depan komputer, hingga di atas rel kereta api.

Kami ingin mengatakan bahwa dengan caranya sendiri, para peneliti ini telah memberi makna "kerja keras, tekad baja, ketekunan, dedikasi, prestasi, dan keunggulan" pada kata "Indonesia". Semoga, edisi khusus ini bisa menjadi sumbangsih kecil dalam dialog panjang untuk menemukan Indonesia yang bersama-sama kita banggakan.

Jaman Purba Jauh Lebih Canggih Dari Apa Yang Anda Bayangkan!

Anda menyangka zaman purba adalah zaman yang mundur? Jika itu tanggapan anda mengenai zaman silam yang wujud ratusan, ribuan atau jutaan tahun lalu, fikir kembali.
Penemuan saintis dan ahli arkeologi sejak beberapa tahun kebelakangan ini seolah-olah menafikan tanggapan umum yang dunia silam adalah dunia mundur, tidak bertamadun serta belum terdedah kepada teknologi.
Malah, saintis kini semakin kebingungan memikirkan penemuan artifak purba menjurus kepada kenyataan yang keadaan dunia kuno sebenarnya sudah begitu maju dari segi sains dan teknologi malah mungkin lebih futuristik daripada zaman sekarang!
Kenyataan itu memang sukar dipercayai tambahan pula kita dimaklumkan yang era perkembangan sains dan teknologi hanya bermula sekitar 200 lalu malah teknologi komputer berasaskan elektronik saja hanya bermula sekitar 1940.
Akan tetapi, artifak purba serta catatan kuno yang ditemui saintis menceritakan sebaliknya - masyarakat zaman purba sudah memiliki teknologi hebat serta maju dalam pelbagai bidang terutama sains.
Bagaimanapun, atas sebab tertentu yang masih menjadi misteri, zaman purba yang serba canggih dan futuristik itu akhirnya lenyap sehingga dunia kembali menjadi mundur, tidak bertamadun dan jauh daripada perkembangan teknologi.
Sehinggalah kira-kira 200 tahun lalu, manusia kembali meneroka rahsia sains dan dunia sekali lagi melangkah ke arah perkembangan teknologi. Berikut adalah antara penemuan teknologi silam yang menunjukkan seolah-olah dunia purba lebih maju atau menyamai kemajuan teknologi ketika ini:

Penemuan bateri dari Baghdad, Iraq
Pada 1930, ahli arkeologi Austria, Dr Wilhem Konig yang menjalankan kerja mencarigali di daerah Khujut Rabula, dekat Baghdad; menemui suatu objek aneh tertanam di tapak itu.
Objek itu terdiri daripada silinder tembaga, batang besi serta aspal yang disusun dalam sebuah bekas tanah liat seperti tempayan kecil setinggi 14 sentimeter (sm) dan berdiameter lapan sm.
Penyelidikan lanjutan mendapati objek aneh itu ternyata berfungsi seperti bateri malah bateri kuno itu dianggarkan berusia 2,000 hingga 5,000 tahun lalu! Penemuan menggemparkan itu secara tidak langsung mencabar sejarah berikutan bateri dikatakan pertama kali dicipta pada 1800 oleh Count Alessandro Volta.
Penemuan itu juga secara tidak langsung menunjukkan masyarakat purba yang wujud 5,000 tahun lalu sudah menemui tenaga elektrik sekali gus ‘menafikan’ Michael Faraday sebagai individu pertama menemui induksi elektromagnetik dan hukum elektrolisis pada 1831.
Uji kaji mendapati bateri kuno itu mampu menghasilkan tenaga elektrik antara 1.5 volt hingga dua volt.

Kalkulator kuno.
Pada 1901, penyelam di perairan pulau Antikythera, Greece menemui artifak berusia lebih 2,000 tahun dari sebuah runtuhan dasar laut. Artifak menyerupai jam itu dikaji penyelidik, Derek J De Solla Price dan didapati ia berfungsi sebagai ‘kalkulator’ yang menghitung pergerakan bintang dan planet.

Reaktor nuklear berusia dua juta tahun.
Pada 1972, sebuah reaktor uranium yang sudah wujud sejak dua juta tahun lalu ditemui di Oklo di Republik Gabon, Afrika.
Kajian reka bentuk dan struktur lombong purba itu mendapati ia dapat mengekang radioaktif daripada tersebar malah teknologi reaktor dan kaedah digunakan pada zaman purba itu jauh lebih canggih daripada kaedah reaktor nuklear digunakan pada zaman kini.
Penemuan itu menimbulkan persoalan sama ada manusia pada dua juta tahun lalu sudah menguasai teknologi atom dan menggunakan sumber nuklear sama ada sebagai sumber tenaga untuk kegunaan harian atau peperangan.

Kanta optik
Di lokasi sama dengan penemuan bateri kuno di Baghdad, Iraq; turut ditemui kanta optik purba yang dihasilkan kira-kira 2,200 tahun lalu.
Kanta purba sebesar kira-kira dua ibu jari itu dijumpai dengan bahagian kacanya sedikit retak. Sebelum penemuan menggemparkan itu, kanta dikatakan pertama kali dihasilkan di Eropah pada abad ke-16. Bagaimanapun penemuan kanta kuno itu menunjukkan masyarakat purba sudah lama mengetahui kaedah menghasilkan kanta serta mengaplikasikannya dalam kehidupan.

Jantung buatan
Di dada kiri mumia anak lelaki dalam sebuah piramid Mesir, penyelidik menemui jantung buatan. Sejarah ilmu perubatan pada masa kini memperlihatkan jantung buatan hanya dihasilkan beberapa puluh tahun lalu tetapi penemuan itu memungkinkan jantung buatan sudah dihasil dan dipasang pada 5,000 tahun lalu.

Robot
Pada zaman pemerintahan Kaisar Mu (976 hingga 922 SM) di China, pencipta berbakat, Ma Daifeng menghasilkan aplikasi robotik yang dibina tetapi berasaskan mekanisme mekanikal. Robot yang dibina dapat bernyanyi dan menari seperti manusia, membawa peralatan kepada tuannya selain mempunyai organ tubuh seperti tulang, otot, sendi, kulit dan rambut.
Turut dicipta Ma Daifeng pada zaman berkenaan adalah alat merekod jarak perjalanan selain aplikasi untuk industri kilang yang mampu bekerja tanpa kawalan manusia.

Kenderaan
Ukiran purba ditemui di sebuah kuil Kerajaan Mesir Purba di Abydos, Mesir menunjukkan gambar kenderaan yang wujud pada zaman ini walaupun ukiran itu dianggarkan dihasilkan lebih 3,000 tahun lalu.
Gambar berkenaan yang jelas kelihatan adalah helikopter, kapal selam, bot dan pesawat. Pada 1898, di sebuah makam kuno berusia kira-kira 2,200 tahun di Saqquara, Mesir, replika pesawat yang formatnya mirip dengan pesawat terbang moden ditemui.

Mengorek Asal-usul Bahasa Indonesia


Tanggal 28 Oktober 1928 merupakan tanggal bersejarah bagi bahasa Indonesia yang saat itu diresmikan menjadi bahasa negara dan menjadi bahasa persatuan dari sekian ratus bahasa daerah.

Namun seperti apakah yang dinamakan bahasa Indonesia itu? Orang mengenalnya sebagai bahasa Melayu yang dimodifikasi, lalu dicampur dengan bahasa-bahasa serapan dari berbagai daerah dan dari bahasa asing, kemudian dibakukan.

Dari manakah asal-usul bahasa Melayu itu? Apakah bahasa itu hanya dituturkan oleh etnis Melayu sejak berabad-abad lalu? Padahal etnis Melayu sendiri hanya sebagian kecil saja dari ratusan etnis di nusantara?

Arkeolog Harry Truman Simanjuntak mengatakan, bahasa Melayu dan ratusan bahasa daerah lainnya di nusantara sebenarnya berakar dari bahasa Austronesia yang mulai muncul sekitar 6.000-10.000 tahun lalu.

Penyebaran penutur bahasa Austronesia, ujar Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) itu, merupakan fenomena besar dalam sejarah umat manusia karena sebagai suatu rumpun bahasa, Austronesia merupakan yang terbesar di dunia, meliputi 1.200 bahasa dan dituturkan oleh hampir 300 juta populasi.


Masyarakat penuturnya tersebar luas di wilayah sepanjang 15 ribu km meliputi lebih dari separuh bola bumi, yaitu dari Madagaskar di barat hingga Pulau Paskah di ujung timur, dari Taiwan-Mikronesia di utara hingga Selandia Baru di selatan.


"Out of Taiwan"

Mengenai asal-usul penutur Austronesia, Harry mengatakan, ada beberapa hipotesa. Yang paling umum adalah hipotesa bahwa asal leluhur penutur Austronesia adalah Formosa (Taiwan) atau model "Out of Taiwan".

Arkeolog lainnya Daud A Tanudirjo menyebutkan, Robert Blust adalah pakar linguistik yang paling lantang menyuarakan pendapat bahwa asal-ususl penutur Austronesia adalah Taiwan.

Sejak 1970-an Blust telah mencoba merekonstruksi silsilah dan pengelompokan bahasa-bahasa dari rumpun Austronesia misalnya kosakata protobahasa Austronesia
yang berkaitan dengan flora dan fauna serta gejala alam lain, kata Daud.

"Ia juga menawarkan rekonstruksi pohon kekerabatan rumpun bahasa Austronesia dan perkiraan waktu pencabangannya mulai dari Proto-Austronesia hingga Proto-Oseania," katanya.

Para leluhur ini, diungkapkan Daud, awalnya berasal dari Cina Selatan yang bermigrasi ke Taiwan pada 5.000-4.000 SM, namun akar bahasa Austronesia baru muncul beberapa abad kemudian di Taiwan.

Kosakata yang dapat direkonstruksi dari bahasa awal Austronesia yang dapat dilacak antara lain : rumah tinggal, busur, memanah, tali, jarum, tenun, mabuk, berburu, kano, babi, anjing, beras, batu giling, kebun, tebu, gabah, nasi, menampi, jerami,
hingga mengasap.

Para petani purba di Taiwan ini berkembang cepat dan lalu terpecah-pecah menjadi kelompok-kelompok yang hidup terpisah dan bahasanya menjadi berbeda-beda dengan setidaknya kini ada sembilan bahasa yang teridentifikasi sebagai bahasa formosa.


Bermigrasi

Migrasi leluhur dari Taiwan ke Filipina mulai terjadi pada 4.500-3.000 SM. Leluhur ini adalah salah satu dari kelompok yang memisahkan diri. Mereka bermigrasi ke selatan menuju Kepulauan Filipina bagian utara yang kemudian memunculkan cabang bahasa baru yakni Proto-Malayo-Polinesia (PMP).

Tahap berikutnya, ujar Daud, terjadi pada 3.500-2.000 SM di mana masyarakat penutur bahasa PMP yang awalnya tinggal di Filipina Utara mulai bermigrasi ke selatan melalui Filipina Selatan menuju Kalimantan dan Sulawesi serta ke arah tenggara menuju Maluku Utara.

Proses migrasi ini membuat bahasa PMP bercabang menjadi bahasa Proto Malayo Polinesia Barat (PWMP) di kepulauan Indonesia bagian barat dan Proto Malayo Polinesia Tengah-Timur (PCEMP) yang berpusat di Maluku Utara.

"Rupanya ketika bermigrasi ke arah tenggara penanaman padi mulai ditinggalkan karena tidak sesuai dengan lingkungannya. Mereka mulai memanfaatkan tanaman keladi dan umbi-umbian lain serta buah-buahan," katanya.

Namun pada 3.000-2.000 SM leluhur yang ada di Maluku Utara bermigrasi ke selatan dan timur. Hanya dalam waktu singkat migrasi dari Maluku Utara mencapai Nusa Tenggara sekitar 2.000 SM yang kemudian memunculkan bahasa Proto Malayo Polinesia Tengah
(PCMP).

Demikian pula migrasi ke timur yang mencapai pantai utara Papua Barat dan melahirkan bahasa-bahasa Proto Malayo-Polinesia Timur (PEMP).

Migrasi dari Papua Utara ke barat terjadi pada 2.500 SM dan ke timur pada 2.000-1.500 SM, di mana penutur PEMP di wilayah pantai barat Papua Barat melakukan migrasi arus balik menuju Halmahera Selatan, Kepulauan Raja Ampat, dan pantai barat Papua Barat
yang kemudian muncul bahasa yang dikelompokkan sebagai Halmahera Selatan-Papua Nugini Barat (SHWNG).

Setelah itu kelompok lain dari penutur PEMP bermigrasi ke Oseania dan mencapai kepulauan Bismarck di Melanesia sekitar 1.500 SM dan memunculkan bahasa Proto Oseania.

"Sedangkan di Kepulauan Indonesia di bagian barat, setelah sempat menghuni Kalimantan dan Sulawesi, pada 3.000-2.000 SM, para penutur PWMP bergerak ke selatan, bermigrasi ke Jawa dan Sumatera," katanya.

Penutur PWMP yang asalnya dari Kalimantan dan Sulawesi itu lalu bermigrasi lagi ke utara antara lain ke Vietnam pada 500 SM dan Semenanjung Malaka, ujarnya.

Menjelang awal tahun Masehi, penutur bahasa WMP juga menyebar lagi ke Kalimantan sampai ke Madagaskar, tambah Daud.

Bentuk rumpun bahasa Austronesia ini lebih menyerupai garu daripada bentuk pohon. Karena semua proto-bahasa dalam kelompok ini, dari Proto Malayo Polynesia hingga Proto Oseania menunjukkan kesamaan kognat yang tinggi, yaitu lebih dari 84 persen dari 200 pasangan kata, katanya.

Dengan demikian, kata Harry Truman, hampir seluruh kawasan nusantara bahkan sampai ke kawasan negeri-negeri tetangga dan masyarakat kepulauan Pasifik dan Madagaskar menuturkan bahasa yang asal-muasalnya merupakan bahasa Austronesia.

"Kecuali masyarakat yang ada di pedalaman Papua dan pedalaman pulau Timor yang bahasanya lebih mirip dengan bahasa pedalaman Australia," katanya.

Bahasa Indonesia sekarang ini, kata Harry lagi, sudah sangat kompleks karena penuturnya tidak hanya hidup dengan sukunya masing-masing dan beradaptasi dengan rumpun bahasa dunia lainnya seperti dari India, Arab, Portugis, Belanda dan Inggris

Rekor Indonesia di Mata Dunia



  1. Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni) . Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2).
  2. Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia.Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia dimana sekitar 60% hampir penduduk Indonesia (sekitar 130 jt jiwa) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.
  3.  Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.
  4. Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia . Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.
  5. Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia . Juga memiliki jumlah masjid terbanyak dan Negara asal jamaah haji terbesar di dunia.
  6. Monumen Budha (candi) terbesar di dunia adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850).
  7. Tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu : Pithecanthropus Erectus” yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu.
  8. Republik Indonesia adalah Negara pertama yang lahir sesudah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945. RI merupakan Negara ke 70 tertua di dunia.
  9. Indonesia adalah Negara pertama (hingga kini satu-satunya) yang pernah keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tgl 7 Januari 1965. RI bergabung kembali ke dalam PBB pada tahun 1966.
  10. Tim bulutangkis Indonesia adalah yang terbanyak merebut lambang supremasi bulutangkis pria, Thomas Cup, yaitu sebanyak 13 x (pertama kali th 1958 & terakhir 2002).
  11. Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua.
  12.  Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian, yaitu : cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta no.2 dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).
  13. Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.
  14. Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia).
  15. Indonesia memiliki species ikan hiu terbanyak didunia yaitu 150 species.
  16. Biodiversity Anggrek terbeser didunia : 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua.
  17. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah pengikisan air laut/abrasi.
  18. Binatang purba yang masih hidup : Komodo yang hanya terdapat di pulau Komodo, NTT adalah kadal terbesar di dunia. Panjangnya bisa mencapai 3 meter dan beratnya 90 kg.
  19. Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di Sumatera adalah bunga terbesar di dunia. Ketika bunganya mekar, diameternya mencapai 1 meter.
  20. Memiliki primata terkecil di dunia , yaitu Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus) atau disebut juga Tarsier Gunung yang panjangnya hanya 10 cm. Hewan yang mirip monyet dan hidupnya diatas pohon ini terdapat di Sulawesi.
  21. Tempat ditemukannya ular terpanjang di dunia yaitu, Python Reticulates sepanjang 10 meter di Sulawesi.
  22. Ikan terkecil di dunia yang ditemukan baru-baru ini di rawa-rawa berlumpur Sumatera. Panjang 7,9 mm ketika dewasa atau kurang lebih sebesar nyamuk. Tubuh ikan ini transparan dan tidak mempunyai tulang kepala.


100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia Menurut Michael H. Hart


The 100 merupakan buku karya Michael H. Hart yang diterbitkan pada tahun 1978. Buku ini memuat 100 tokoh yang ia rasa memiliki pengaruh terkuat dalam sejarah manusia. Bukunya secara hangat diperdebatkan, konsep bukunya secara luas ditiru. Penting untuk dicatat bahwa Dr. Hart tidak memasukkan orang terbesarKriterianya ialah yang berpengaruh.
Buku ini dicetak kembali pada 1992 dengan beberapa revisi nyata terhadap daftar urutan 100 dan pangkat luar biasa mereka. Terutama di antara revisi itu ialah penurunan pangkat tokoh komunis seperti Lenin dan Joseph Stalin, dan pengenalan Mikhail Sergeyevich Gorbachev. Edisi ini juga memuat Edward de Vere menggantikan William Shakespeare. Hart menggantikan Niels Henrik David Bohr dan Antoine Henri Becquerel dengan Ernest Rutherford, juga membetulkan kesalahan dalam edisi pertama. Henry Ford juga dimasukkan di sini dari yang sekedar "Tokoh-tokoh Terhormat", menggantikan Pablo Picasso. Akhirnya, urutan itu ditata kembali.

100 Tokoh menurut Michael H. Hart

PeringkatNamaPengaruh
1Nabi MuhammadPenyebar agama Islam, penguasa Arabia, mempunyai karier politik dan keagamaan yang luar biasa, namun tetap seimbang dan serasi, mengakibatkan Nabi Muhammad memiliki banyak pengikut, dan juga menjadi panutan seluruh masyarakat dunia hingga saat ini.
2Isaac NewtonFisikawan, pencetus Teori Gravitasi umum, Hukum gerak
3Yesus / Nabi IsaIsa Al Masih Kristen
4Siddhartha Gautama(Buddha)Pendiri agama Buddha
5Kong Hu CuPendiri agama Kong Hu Cu
6Santo PaulusPenyebar ajaran Kristen
7Ts'ai LunPenemu kertas
8Johann GutenbergMengembangkan mesin cetak, mencetak Alkitab
9Christopher ColumbusPenjelajah, memimpin orang-orang Eropa ke Amerika
10Albert EinsteinFisikawan, penemu Teori Relativitas
11Louis PasteurIlmuwan, penemu Pasteurisasi
12Galileo GalileiAstronom, secara akurat mengemukakan teori Heliosentris
13AristotelesFilsuf Yunani yang berpengaruh
14EuclidesMatematikawan, membuktikan tentang Geometri
15Nabi MusaNabi terbesar Yahudi
16Charles Robert DarwinBiologis, mendeskripsikan teori Evolusi
17Kaisar Qin Shi Huang-DiKaisar Tiongkok
18Augustus Caesar(Kaisar Agustus)Kaisar pertama Kekaisaran Romawi
19Nicolaus CopernicusAstronom, salah satu tokoh Teori Heliosentris
20Antoine Laurent LavoisierBapak Kimia modern, Filsuf dan Ekonom
21Constantine yang AgungKaisar Romawi yang menjadikan agama Kristen sebagai agama resmi negara
22James WattMengembangkan Mesin uap
23Michael FaradayFisikawan, Kimiawan, menemukan Induksi Elektromagnetik
24James Clerk MaxwellFisikawan, penemu Spektrum Elektromagnetik
25Martin LutherPendiri agama Protestan dan aliran Lutheran
26George WashingtonPresiden pertama Amerika Serikat
27Karl Heinrich MarxBapak Komunisme
28Orville Wrightdan Wilbur WrightPenemu Pesawat terbang
29Genghis KhanPenakluk dari bangsa Mongol
30Adam SmithEkonom, pelopor Kapitalisme
31Edward de Vere, 17th Earl of OxfordKemungkinan menulis karya yang berkaitan dengan William Shakespeare
32John DaltonKimiawan, Fisikawan, penemu Teori Atom, Hukum Tekanan Parsial (Hukum Dalton)
33Alexander yang Agung / Iskandar ZulkarnainPenakluk dari Makedonia
34KaisarNapoleon BonapartePenakluk dari bangsa Perancis
35Thomas Alva EdisonPenemu bola lampu dan Fonograf, dll.
36Antony van LeeuwenhoekAhli Mikroskop, mempelajari kehidupan mikroskopis
37William Thomas Green MortonPelopor Anestesiologi
38Guglielmo MarconiPenemu Radio
39Adolf HitlerPenakluk, memimpin Blok Poros dalam Perang Dunia II
40PlatoFilsuf Yunani
41Oliver CromwellPolitikus Inggris dan pemimpin militer
42Alexander Graham BellSalah seorang penemu Telepon
43Alexander FlemingPenemu Penisilin, memajukan BakteriologiImunologi dan Kemoterapi
44John LockeFilsuf dan Teolog liberal
45Ludwig van BeethovenKomponis musik klasik
46Werner Karl HeisenbergPencetus Prinsip Ketidakpastian
47Louis-Jacques-MandĂ© DaguerrePenemu/pelopor Fotografi
48Simon BolivarPahlawan nasional dari VenezuelaKolombiaEkuadorPeru, danBolivia
49René DescartesFilsuf Rasionalis dan matematikawan
50Umar bin al-KhattabKhalifah Ar-Rasyidin kedua, memperluas Daulah Khilafah Islamiyah. Penerus cita-cita Nabi Muhammad SAW.
51Paus Urbanus IIPenyeru Perang Salib
52Michelangelo BuonarrotiPelukis, pematung, arsitek
53AsokaRaja India yang masuk dan mengembangkan agama Buddha
54SantoAugustinusTeolog Kristen awal
55William HarveyPenemu sirkulasi darah
56Ernest Rutherford, 1st Baron Rutherford of NelsonFisikawan
57John CalvinTokoh Reformasi Gereja, pendiri Calvinisme
58Gregor Johann MendelPenemu teori genetika
59Max Karl Ernst Ludwig PlanckFisikawan, mengemukakan Termodinamika
60Joseph Lister, 1st Baron ListerPelaku penemuan Antiseptik yang secara besar mengurangi kematian akibat pembedahan
61Nikolaus August OttoPenemu mesin pembakaran 4 tak
62Francisco PizarroPenakluk dari bangsa Spanyol yang menaklukkan Kerajaan Inka di Amerika Selatan
63Hernando CortesPenakluk dari bangsa Spanyol yang menaklukkan Meksiko
64Thomas JeffersonPresiden ketiga AS
65Ratu Isabella IPenguasa Spanyol, penyokong Cristopher Colombus
66Joseph Stalin(Joseph Vissarionovich DzugashviliTokoh revolusioner dan penguasa Uni Soviet
67Julius CaesarPenguasa Roma
68Raja William Isang PenaklukMeletakkan pembangunan Inggris modern
69Sigmund FreudPendiri sekolah Freud untuk psikologi, ahli psikoanalisis
70Edward JennerPenemu vaksin cacar
71Wilhelm Conrad RoentgenPenemu sinar X
72Johann Sebastian BachKomponis
73Lao TzuPendiri Taoisme
74VoltairePenulis dan filsuf
75Johannes KeplerAstronom penemu Hukum Kepler tentang pergerakan planet
76Enrico FermiSalah satu tokoh abad atom, Bapak Bom Atom
77Leonhard EulerFisikawan, matematikawan penemu Kalkulus Diferensial dan Integral serta Aljabar
78Jean-Jacques RousseauFilsuf dan pengarang Prancis
79Niccolò MachiavelliPenulis Sang Pangeran (risalat politik yang berpengaruh)
80Thomas Robert MalthusEkonom penulis Esai Prinsip Populasi dalam Pengaruhnya pada Kemajuan Masa Depan pada Masyarakat
81John Fitzgerald KennedyPresiden AS yang mendirikan "Program Luar Angkasa Apollo"
82Gregory Goodwin PincusEndokrinolog, menemukan pil KB
83Mani (en)Nabi Iran abad ke-3, Pendiri Manicheanisme
84Vladimir Ilyich Lenin(Vladimir Ilyich Ulyanov)Tokoh revolusioner dan pemimpin Rusia
85Kaisar Sui WenMenyatukan Tiongkok, pendiri Dinasti Sui
86Vasco da GamaNavigator, penemu rute pelayaran Eropa ke India
87Raja Cyrus yang AgungPendiri kekaisaran Persia
88Tsar Peter yang AgungMendekatkan Rusia kepada Eropa
89Mao Zedong(Mao Tse-tung)Bapak Maoisme, komunisme Tiongkok
90Sir Francis BaconFilsuf, menggambarkan secara induktif metode ilmiah
91Henry FordPembuat mobil model T
92Meng TseFilsuf, pendiri sekolah Konfusianisme
93Zarathustra(Zoroaster)Pendiri Zoroastrianisme
94Ratu Elizabeth IRatu Inggris, memperbaiki Gereja Inggris setelah Ratu Mary
95Mikhail Sergeyevich GorbachevPerdana Menteri Rusia yang mengakhiri Komunisme di Uni Soviet dan Eropa Timur
96Raja MenesMenyatukan Mesir Hulu dan Hilir
97Kaisar CharlemagneKaisar Romawi Suci
98HomerPenyair epik
99Kaisar Justinianus IKaisar Romawi Timur, menaklukkan kembali sebagian Kekaisaran Romawi Barat
100MahaviraPendiri Jainisme

COMMENTS

free counters

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More